Anggota DPRD Mura yang Tersandung Kasus Narkoba Dipecat dari Partai

user
Romi Maradona 09 November 2022, 15:53 WIB
untitled

Beritamusi.co.id - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Golkar Kabupaten Musi Rawas (Mura) secara resmi mencopot Fuad Nopriadi Pratama (FN) dari keanggotaan partai golkar.

Keputusan ini diambil setelah Fuad Nopriadi Pratama yang diketahui merupakan anggota DPRD Fraksi Partai Golkar diciduk polisi karena tersandung perkara narkoba.

“Mengingat yang bersangkutan adalah anggota Partai Golkar, maka Partai Golkar mencabut keanggotaannya dari Partai,” jelas Ketua DPC Golkar Mura Firdaus Cik Olah dalam keterangan yang disampaikan di hadapan awak media saat menggelar acara tes urin bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Mura di Kantor DPC Golakar. Rabu (09/11/2022)

Pria yang akrab disapa FCO tersebut mengaku sangat pihatin atas kejadian yang dilakulan kadernya tersebut

"Kami Partai Golkar prihatin dan menyayangkan atas kejadian ini,dan mudah mudahan dapat menjadi pelajaran kita semua bahwasannya banyak orang yang tidak dapat menahan pengaruh narkoba yang secara masif sudah masuk kesemua lini kehidupan masyarakat,"Tegasnya.

selain melakukan pemecatan terhadap kadernya yang terlibat kasus narkoba, seluruh anggota DPRD Mura dari fraksi golkar serta pengurus partai juga dilakukan tes urin.

"Ada Lima dari tujuh anggota DPRD faraksi golkar yang dilakukan tes urin, satu anggota sedang ada agenda dinas luar sedangkan yang satu lagi yaitu Fuad Nopriadi Pratama sudah di tetapkan sebagai tersangka oleh pihak kepolisian dan seluruh pengurus partai juga kita lakukan tes urin, kita menginginkan seluruh kader dan pengurus partai bersih dari narkoba sehingga tercipta kader dan pengurus partai yang memiliki Prestasi Komitmen Loyalitas dan Tidak tercela," Pungkasnya

Sementara Ketua BNN Mura Hendra Amoer mengaku mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh Partai Golkar melakukan tes urin tersebut

"Kami menyambut baik kegiatan ini, dan untuk partai golkar sendiri kegiatan tes urin bagi kader partai bukan kegiatan yang pertama kali dilaksanakan, sebelumya pada tahun 2014 kami BNN juga diminta melakukan tes urin kepada calon anggota legislatif dari partai golkar," Ujarnya.

Dirinya juga berharap kegiatan tes urin dapat dijalankan disemua instansi yang ada di daerah sebagai upaya sosialisasi pencegahan bahaya narkoba

"Sebagaimana Intruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 tahun 2020 kegiatan tes urin ini seyogyanya dapat dijadikan aksi daerah, namun disayangkan hal ini belum dapat dilaksanakan secara maksimal," Ujarnya

Kemudian dari hasil tes urin yang dilakukan terhadap anggota dan pengurus partai golkar Rudi Amoer mengaku kesemuanya dinyatakan negatif

"Ada delapan orang yang mengikuti tes urin dan hasilnya semua dinyatakan negatif," Akunya (Musyanto)

Kredit

Bagikan