Ratusan Warga Sumsel Terinfeksi HIV/AIDS, Dominan Kaum Gay

user
Romi Maradona 02 September 2022, 09:01 WIB
untitled

Jumlah penderita penyakit Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Acquired Immune Deficiency (AIDS) di Sumatera mengalami peningkatan. Berdasarkan data yang dihimpun Dinas Kesehatan Sumsel tercatat sebanyak 149 kasus HIV/AIDS adalah gay.

Sampai dengan Juni tahun ini, jumlah penderita 210 HIV, dengan 112 yang terkonfirmasi positif penyakit AIDS. Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan mencatat ratusan warganya positif terinfeksi penyakit HIV/AIDS dengan jumlah makin meningkat. 

Masyarakat yang terjangkit virus penyerang sistem kekebalan tubuh itu tersebar di 13 kabupaten dan kota di Provinsi Sumsel. Masing-masing di antaranya sebanyak 112 kasus HIV di Kota Palembang, 19 kasus di Kabupaten Banyuasin, 17 kasus Ogan Komering Ilir, 15 kasus Muara Enim, 11 kasus di Ogan Komering Ulu Timur.

Sebanyak 10 kasus di Kabupaten Musi Banyuasin, tujuh kasus di Kota Prabumulih, lima kasus di Kabupaten Ogan Ilir, empat kasus di Ogan Komering Ulu. Sebanyak tiga kasus di Kota Pagaralam, dua kasus di Kabupaten Lahat, Kota Lubuk Linggau dan Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan masing-masing sebanyak satu kasus.

"Ratusan kasus positif HIV/AIDS tersebut diidap warga usia produktif 20-39 tahun yang tersebar ke beberapa daerah di Sumsel per Januari - Juni 2022," kata Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular (P2M) Dinas Kesehatan Sumsel Muyono seperti dilansir dari suara.com jumat (2/9/2022).

Muyono menyebutkan penyimpangan perilaku seksual sebagai pasangan gay ataupun biseksual menjadi salah satu penyebab penyumbang tingginya kasus positif HIV/AIDS di Sumsel.

“Jumlah itu lebih banyak ketimbang di periode yang sama tahun 2021, di mana 131 adalah sesuka sesama jenis,”ucapnya.

Masyarakat diminta untuk sedapat mungkin menghindari perilaku seks bebas atau dapat dikatakan menyimpang dengan sesama jenis sehingga terhindar dari HIV/AIDS.

“Pencegahan juga kami lakukan degan cara di antaranya seperti pemberian vaksin HPV (Human Papillomavirus) menguatkan sistem kekebalan tubuh,” ujarnya. 

 

Kredit

Bagikan