Kenakan Pakaian Adat Paksian dari Babel, Presiden Jokowi sampaikan Pidato Kenegaraan

user
Romi Maradona 16 Agustus 2022, 21:24 WIB
untitled

Beritamusi.co.id - Presiden Republik Indonesia Jokowi, kenakan pakaian adat Paksian dari Kepulauan Bangka Belitung (Kep. Babel) saat menyampaikan Pidato Kenegaraan jelang HUT ke 77 RI pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI & DPD RI Tahun 2022 di Gedung MPR RI, Selasa (16/8/2022).

"Pakaian adat yang saya kenakan ini adalah pakaian adat Paksian dari Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan motif Pucuk Rebung, yang melambangkan kerukunan dan warna hijau yang dipilih mengandung filosofi kesejukan, harapan dan pertumbuhan," ujar Presiden Jokowi pada akhir pidatonya.

Ungkapan ini membuat peserta Rapat Paripurna DPRD Provinsi Kep. Babel yang mendengarkan Pidato kenegaraan Presiden RI di Ruang Paripurna DPRD Prov. Kep. Bangka Belitung hari ini riuh bertepuk tangan, bangga akan Negeri Serumpun Sebalai.

Sedangkan untuk ornamen di kepala, Presiden Jokowi juga mengenakan Sungkon (tutup kepala) berwarna emas yang melambangkan keagungan dan keluhuran.

Sebagaimana diketahui, Presiden RI Jokowi setiap tahunnya mengenakan pakaian khas dari daerah yang ada di Indonesia untuk menunjukkan kekayaan dan keberagaman budaya yang tanah air kita miliki. Pada tahun 2019, dirinya mengenakan Pakaian Adat Sasak dari NTB, tahun 2020 beliau mengenakan Baju Adat Sabu dari NTT, sementara pada tahun 2021 beliau mengenakan Baju Adat Badui dari Banten. Dan tahun ini menjadi tahun bersejarah dan kehormatan bagi Kep. Bangka Belitung karena Presiden RI memilih menggunakan baju adat dari Negeri Serumpun Sebalai ini.

Pj Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Ridwan Djamaluddin melalui  Sekretaris Daerah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kep. Babel Naziarto mengungkapkan rasa bangganya.

"Provinsi Kepulauan Bangka Belitung merasa sangat bangga, bahagia dan senang sekali, seorang Kepala Negara mengenakan pakaian adat Kepulauan Bangka Belitung," ujarnya saat di wawancara usai Rapat Paripurna DPRD Prov. Kep. Babel hari ini.

Senada dengan yang dikatakan Presiden Jokowi, filosofi pucuk rebung juga digambarkan Sekda Naziarto sebagai sebuah harapan, pertumbuhan dan persatuan.

"Kita tahu, bahwa rebung tumbuh menjadi bambu, bambu tumbuh rimbun dan kembali menghasilkan rebung, begitu siklusnya secara terus menerus. Ini menggambarkan rakyat Indonesia yang terus tumbuh, bersatu dan kuat bersama-sama mencapai Indonesia sejahtera," ujarnya.

Dikatakannya juga, dalam hal ini sebagai Kepala Negara, Presiden Jokowi betul-betul menunjukkan kecintaannya terhadap Bhineka Tunggal Ika.

"Tentunya kita sebagai masyarakat Kep. Bangka Belitung ke depan harus terus melestarikan adat dan budaya di daerah kita. Tidak hanya untuk dikenal di sini saja, melainkan dikenal hingga ke tingkat nasional bahkan internasional," pungkasnya. (Imelda)

Kredit

Bagikan