Tidak Sesuai, Pembangunan Tower di Lahat Ditolak Warga

user
rian 15 Juli 2022, 22:27 WIB
untitled

LAHAT - Lantaran merasa tertipu warga di RT 7 RW, Kelurahan Bandar Agung, Kecamatan Lahat, Kabupaten Lahat, menolak pembangunan tower oleh provider di wilayah tersebut. Penolakan sendiri dilakukan lantaran provider yang akan membangun tidak sesuai dengan yang disampaikan kepada sejak awal meminta persetujuan.

Tak sampai disitu, izin pembangunan tower tersebut diduga belum terbit. "Awalnya beberapa waktu lalu kami satu persatu didatangi pemilik tanah dan pelaksana pembangunan tower berinisial H dan T. Dalam penyampainya, mereka mengungkapkan hendak mendirikan tower dan agar kami memberikan izin melalui tanda tangan, "terang Santi dan Marni, perwakilan warga, saat diwawancara, Jumat (15/7/2022).

Awalnya, belasan warga yang didatangi memberikan tanda tanganya lantaran pihak melaksanakan pembangunan tower hanya setinggi 25 meter dan hanya tower kecil. Namun ternyata, warga mendapat informasi jika tower akan dibangun setinggi 42 meter.

Tidak hanya itu, lokasinya juga berbeda dengan yang disampaikan sejak awal. Saat ini tower akan dibangun berdempetan dengan masjid.

"Kita izinkan dan mau tanda tangan karena mereka bilang hanya 25 meter. Tapi 42 meter. Kami juga tanda tangan itu awalnya karena gak enak lantaran pelaksana pembangunan menyampaikan jika semua warga setuju semua padahal tidak. Usai tanda tangan warga dikasih Rp500. Uang tersebut akan kami kembalikan. Kami takut tower itu akan berimbas kepada warga" ujar Andi, warga lainya.

Warga yang sebelumnya bertanda tangan, Kamis malam (15/7/2022) disaksikan Lurah dan warga lainya sudah menggelar pertemuan dan mencabut tanda tangan yang telah dibubuhkan. Tak hanya itu, perihal pembangunan tersebut juga dilaporkan kepada Pemkab Lahat dan ternyata saat ditelusuri di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) izin pembangunan belum keluar.

"Kami sudah tanyakan ke dinas perizinan belum keluar izin pembangunan. Kami minta saat ini pembangunan dihentikan terlebih dahulu. Warga menolak pembangunan di lokasi tersebut dengan ketinggian 42 meter. Kami sudah cabut tanda tangan persetujuan dan saat ini kami menolak pembangunan. Kamibakan sampaikn penolak kepada pihak terkait," tegas Lili, warga setempat.

Sementara, Kepala Dinas DPMPTSP Pemkab Lahat, Yahya Edwar, kepada media mengungkapkan jika izin pembangunan tower baru diusulkn oleh pihak provider atau pelaksana pembangunan. Eswar menegaskan jika izinya belum terbit. "Mereka baru mengusulkan. Belum terbit untuk izinya," tegasnya.

Terpisah, Lurah Bandar Agung, Fatrah, yang ikut dalam pertemuan, Kamis (15/7/2022) malam menyampaikan jika ia sudah menerima berkas pembangunan tower yang sudah melewati RT. "Saya kafasitasnya mengetahui saja. Termasuk saat diundang warga yang melakukan penolakan," sampainya.

Saat dikonfirmasi ke TeSitac & Permit Tower PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk, Teguh Hidayatulloh Ma'ruf membantah apa yang disampaikan warga menurutnya sejak awal sangat jelas jika dalam surat yang pihaknya ajukan pembangunan tower setinggi 42 meter. Menurutnya, tidak mungkin pihaknya bangun tower di tanah/Greenfield dengan ketinggian 25 meter.

"Gak benar itu pak. Jelas dalam surat kita 42 meter. Dan lagi pula bangun tower di tanah/Greenfield minimal 32/42 meter," tegasnya, seraya mengatakan disitu ada RT RW Lurah, Camat dan ketua masjid. Sfr

Credits

Bagikan