Bidan Desa Cambai Kembangkan Inovasi Pendekar

user
rian 06 Agustus 2022, 11:55 WIB
untitled

BANGKA TENGAH - Sejak setahun lalu bidan di Desa Namang Kecamatan Namang Kabupaten Bangka Tengah Provinsi Kep. Bangka Belitung telah mengembangkan inovasi Pendekar (Pelayanan Deteksi Kesehatan Anak Remaja).

Dimana inovasi PENDEKAR ini adalah pengembangan dari posyandu remaja. Hal pertama yang dilakukan adalah pendataan jumlah remaja di desa. Dimana di Desa Cambai terdapat 9 anak yang putus sekolah dari 219 jumlah remaja di Desa Cambai.

“Sejak setahun lalu tepatnya 2021 saya menjadi pelopor satu-satunya aplikasi Pendekar di Kabupaten Bangka Tengah. Di inovasi pendekar ini dikemas dengan suasana yang menyenangkan dan sekreatif mungkin. Penyuluhan diberikan dengan Bahasa yang mudah dimengerti dan suasana gembira. Dan lokasi yang aman agar remaja remaja merasa nyaman untuk berkonsultasi,” kata Adhella Putri, A.md Keb, Jumat (5/8/2022)

Dikatakan Adhella, agar cakupan pelayanan kesehatan remaja meningkat, maka inovasi PENDEKAR ini melakukan integrasi dengan beberapa lintas sektor. Seperti SD 5 Cambai, DPPKBPPPA, PKK Kecamatan,PAAR PKK desa, Dinas kearsipan dan perpustakaan daerah, dan perpustakaan desa.

“Keberhasilan dalam kegiatan ini menjadikan remaja sadar dan peka terhadap pentingnya gaya hidup sehat baik mental maupun fisik sehingga remaja mampu menahan dorongan pemuasan dalam diri agar tidak melanggar norma dan aturan yang berlaku,” kata dia.

Dengan banyaknya permasalah pada remaja saat ini, sambung Adhella, maka dibentuklah posyandu remaja di Desa Cambai.

“Adapun fokus utama terdiri dari anak-anak muda ini adalah upaya promotif dan preventif, untuk mengubah mindset masyarakat mengenai kesehatan. Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab tinggi permasalahan kesehatan pada remaja diantaranya adalah kurangnya akses informasi kesehatan yang sampai kepada remaja. Selain kurang informasi, ada juga permasalahan kegiatan ini berbenturan dengan jadwal sekolah . selanjutnya bentuk pengembangan pembinaan remaja yang bersifat pemberdayaan dinilai masih belum optimal diterapkan oleh Pemerintah setempat,” jelasnya.

Dalah hal ini, Adhella menjelaskan, aplikasi Pendekar terdiri dari tujuan umum dengan mendekatkan akses pelayanan kesehatan terhadap remaja dan upaya pencegahan anemia terhadap remaja putri yang mana anemia adalah salah satu penyebab timbulnya bayi dan baduta stunting. serta memberi kesempatan berkembang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristiknya melalui pendekatan terpadu dari segi medis,pengetahuan,skill dan agamais.

Sedangkan tujuan khusus memberikan pengetahuan pentingnya pendidikan kesehatan reproduksi, NAPZA dan gaya hidup sehat bagi remaja di Desa Cambai. Untuk menciptakan generasi muda yang perduli akan kesehatan di desa Cambai dan mempunyai kecerdasan dan keterampilan khususnya di bidang kesehatan. Untuk meningkatkan cakupan pemberian tablet tambah darah pada remaja putri khususnya bagi remaja putri yang dari keluarga tidak mampu dan putus sekolah di Desa Cambai.

“Selain kegiatan diatas, ada namanya GEMA MADU (Gerakan reMAja Mau posyanDU). GEMA MADU ini berkoordinasi dengan UPTD Puskesmas dan DPPKBPPPA. Sama seperti posyandu lainnya, pada GEMA MADU (posyandu remaja) juga dilakukan kegiatan pengecekan kesehatan dan konseling. Hanya saja, posyandu remaja lebih menekankan pada edukasi kesehatan remaja, atau lebih tepatnya pemberdayaan untuk mengenali diri sendiri dan mengenali masalah dalam diri beserta solusinya,” bebernya.

Bagi remaja yang baru pertama kali mengikuti posyandu remaja, kata Adhella, biasanya setelah mendaftar akan diarahkan untuk mengisi formulir data diri dan pengisian kuisioner kesehatan.

“Ada juga bidang pemeriksaan kesehatan, yang meliputi penimbangan berat badan, pengukuran tinggi badan, mengukur tekanan darah, lingkar lengan atas dan lingkar perut, serta pengecekan anemia pada remaja putri. Apabila ada tanda klinis anemia, seseorang akan dirujuk ke fasilitas kesehatan. Sementara jadwal waktu pelaksanaan kegiatan PENDEKAR dimulai pada bulan juli 2021 dilaksanakan 1x setiap bulan,” tandasnya. (doni)

Credits

Bagikan